Skip to main content

PETUNJUK PRAKTIKUM UJI KANDUNGAN BAHAN MAKANAN


PETUNJUK PRAKTIKUM
UJI KANDUNGAN BAHAN MAKANAN

A.   TUJUAN
Mengetahui adanya karbohidrat, lemak, dan protein pada makanan.

B.    ALAT DAN BAHAN
Alat
1.       Tabung reaksi
2.       Mortar
3.       Plat tetes
4.       Kertas buram
5.       Pembakar Spirtus
Bahan
1.       Larutan benedict (Fehling A + Fehling B)
2.       Larutan lugol
3.       Larutan biuret (NaOH 20% + CuSO4 0,1 M)
4.       Berbagai bahan makanan

C.    CARA KERJA
I.      UJI KARBOHIDRAT (AMILUM)
1.    Hancurkan bahan makanan yang akan diuji menggunakan mortar porselein.
2.    Masukkan masing-masing bahan makanan tersebut pada cekungan plat tetes.
3.    Tandai bahan makanan yang akan dimasukkan agar tidak keliru.
4.    Tetesi masing-masing bahan makanan dengan larutan lugol sebanyak 2-3 tetes.
5.    Amati perubahan warna yang terjadi, jika bahan berubah menjadi biru/ungu maka bahan tersebut mengandung karbohidrat.
6.    Catatlah hasil pengujian pada tabel pengamatan.
II.    UJI LEMAK
a.    Buatlah petak-petak pada kertas buram sebanyak bahan makanan yang akan diuji.
b.    Tulislah nama bahan makanan pada bagian bawah masing-masing petak.
c.     Goreskan bahan makanan yang diuji pada bagian tengah petak.
d.    Keringkan kertas tersebut, kemudian amatilah. Apabila kertas berubah menjadi transparan berarti bahan makanan yang diuji mengandung lemak.
e.    Catatlah hasil pengujian pada tabel pengamatan

III.  UJI PROTEIN
1.    Masukkan bahan makanan yang telah dihaluskan pada masing-masing cekungan plat tetes.
2.    Tetesilah masing-masing bahan makanan dengan NaOH 20% dan CuSO4 0,1 M sebanyak masing-masing 2-3 tetes.
3.    Amatilah. Jika timbul warna ungu berarti bahan makanan mengandung protein.
4.    Catatlah pada tabel pengamatan.


Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Citra tentang Masyarakat Jawa sejak Abad ke 18 hingga abad ke 20

Sebagaimana halnya masyarakat Melayu dan Filipina, pandangan mengenai masyarakat Jawa yang malas menjadi semakin kuat dan meluas sejak kekuasaan colonial Belanda atas pulau tersebut berkembang. Menjelang abad ke-19 khususnya setelah diterapkan system tanah paksa oleh Van Den Bosch, gagasan tentang masyarakat Jawa yang malas tampil dengan lebih mencolok dalam perdebatan antara golongan liberal dengan konservatif. Citra tentang masyarakat jawa yang malas tetap hidup sesudah itu dalam pikiran para penulis lain. Maka pada thun 1904, sejarawan ekonomi Clive Day, yang mengomentari situasi pada akhir abad ke 19, memberikan kesan sebagai berikut : “ Golongan pribumi yang tidak memiliki tanah maupun perdagangan yang mendukung mereka, dan yang menyewakannya kepada pihak-pihak lain tidak banyak jumlahnya, dan diserap kedalam organisasi desa setempat yang banyak sekali. Tingkat hidup-hidup rata-rata petani kelihatan rendah sekali jika diukur menurut standard barat.

LAPORAN ILMIAH PROSES PEMBUATAN TAPE KETAN DAN TUAK

Kata Pengantar Puji syukur kami ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat dan hidayah kepada hamba-Nya, khususnya bagi penulis yang telah mampu menyelesaikan laporan ilmiah yang berjudul ‘’ cara membuat Tape Ketan dan Tuak ’’. Dalam menulis laporan ilmiah ini, alhamdulillah penulis tidak mendapatkan kendala – kendala, sehingga penyelesaiannya dapat dikerjakan dengan baik. Selain itu kami juga mengucapkan terima kasih kepada Sabaruddin Ahmad S.Pd, selaku guru pembimbing yang telah memberikan dorongan dan motivasi sehingga laporan ilmiah ini dapat terselesaikan. Disini kami juga menyampaikan, jika seandainya dalam penulisan laporan ilmiah ini terdapat hal – hal yang tidak sesuai dengan harapan, untuk itu kami dengan senang hati menerima masukan, kritikan dan saran dari pembaca yang sifatnya membangun demi kesempurnaan laporan ilmiah ini. Semoga apa yang diharapkan kami, selaku penulis dapat dicapai dengan sempurna. Singkawang, 14 febuari 2013 Penulis ...

RESUM BUKU PENGANTAR ILMU SEJARAH KARYA DR. KUNTOWIJOYO

Judul : Pengantar Ilmu Sejarah Penulis : DR. Kuntowijoyo Penerbit : Yayasan Bentang Budaya Tahun penerbit : 1995 Kota terbit : Yogyakarta Desain Sampul : Hard Cover yang hanya bertuliskan judul buku. Tata letak : Center Pracetak : Heppy L. Rais, Dwi Agus M. Warna cover : Cokelat Tebal buku : vii + 209 halaman Definisi sejarah Sejarah biasa diartikan sebagai sesuatu atau peristiwa yang telah terjadi dimasa lalu. Namun sebenarnya, sejarah adalah rekonstrkusi masa lalu. Jangan mendeskripsikan sebagai pembangunan kembali masa lalu untuk kepentingan masa lalu itu sendiri, itu bukan dinamakan sejarah.