Skip to main content

Peran Kesenian Rakyat Masyarakat Jawa

Sandiwara Rakyat : Wayang Wong, Ketoprak, dan Ludruk
Wayang wong, ketoprak, dan ludrug dipertunjukan dalam rumahpertunjukan dari kayu di pingir selatan kota, milik seorang cina, ataucdi pasar malam keliling. Pasar mala mini sangat mirip dengan pasar malam Barat dengan berbagai jenis permainandengan taruhan, uji ketangkasan, berbagai pertunjukan tambahan dan sebagainya. Walapun barang kali tidak begitu meriah, datang ke kota itu duakali setahun atau sekali setahun.
            Pada umumnya, karena tingkat permainannya sangat rendah, kecuali rombongan ludrug yang sangat terampi, pertunjukan-pertunjukan ini kebanyakan hanya menarik para petani dan orang-orang kota kelas rendahan. Pertunjukan-pertunjukanya biasanya didominasi oleh para pelawaknya.

Penari Jalanan : Kledek, Jaranan dan Janggrung
Dalam kompleks seni kasar adalah Kaledek atau Tandak merupakan perempuan penari dan penyanyi jalanan yang bermain baik karna disewa maupun dengan berjalan dari pintu ke pintu sepanjang jalan di kota, di pasar, bahkan di desa-desa.
            Yang agak mirip dengan kledek adalah jaranan, yang juga adalam pertunjukan penari jalanan. Dalam jaranan ini para penari mengendarai kuda dari karton (jaran berati kuda) dan menjadi kerasukan hingga berlaku seolah-olah mereka sendiri kuda, berjingkrak-jingkrak, meringkik, makan butiran padi, dicambuki dan seterusnya. Mereka juga merupakan rombongan keliling yang berkelana dari kota ke kota untuk bermain di jalan-jalan atau pasar.

Tayuban : Pesta Orang Jawa
            Tayuban adalah sebuah kombinasi dari pesta minum-minum dan menari yang biasanya diadakan pada peristiwa upacara peralihan tahap dan sebagainya. Walapun pada suatu ketika pernah popular dikalangan priyayi, tayuban makin lama makin menjadi milik abangan yang sudah sangat terpengaruh kota – sopir, pengerajin dan lain-lain,.

Cerita Rakyat
            Cerita rakyat Jawa, kisah-kisah yang tidak dimainkan dalam wayang tetapi diceritakan secara lisan. Didalamnya termasuk kisah-kisah moral dan legenda di sekitar tempat-tempat keramat, dongeng tentang jaman Hindu-Jawa yang menerangkan asal-usul peninggalan-peninggalan tua, dongeng-dongeng serupa itu yang ada hubunganya dengan kesaktianj keris, gong dan sebagainya.

Seni Kontemporer
Apa yang disebut seni Nasional hampir seluruhnya terbatas pada kota-kota dan bagaimanapun juga tidak selalu dianggap sebagai seni oleh rakyat Morjokerto, namun hanya sebagai hiburan belaka.

Orkes dan Penyanyi Populer.
Orkes terdiri  dari instrument petik yang mengikuti tangga nada Barat yang diatomic, bukan tangga nada gamelan yang pentatonic : banyo, biola, bas petik, mandolin dan ukulele. Kadang-kadang ada juga terompet, yang merupakan tambahan pada kesempatan khusus.
Lagu-lagu (lebih tepatnya lagu popular) yang diaminkan dan dinyanyikan oleh asembel-asembel itu terdiri dari berbagai jenis. Berberapa diantaranya dalam bentuk Barat seperti irama sumba dan samba, dan dibuat kalau tidak oleh penulis lagu Barat yang disesuaikan dengan lilik Indonesia. Keroncong merupakan yang paling popular diantara semuanya.

Kesusastaraan Kontemporer, Drama dan Filem
            Dalam kesustaraan, kesenian nasional terdiri dari novel, modern (roman) puisi (syair), cerita pendek (kisah), dan sandiwara yang ditulis dalam bahasa Indonesia.
            Sandiwara, atau bentuk teater modern, berkembang dari stambul atau “opera melayu” yang merupakan sebuah sandiwara yang menyerupai komedi music Barat yang lamayang mana sejenis plot deklamatis yang artificial dan sentimental deselingi dengan nyanyian-nyanyian keroncong dan tarian rakyat.
            Sandiwara kebanyakan menarik kalngan intelektual yang berpendidikan barat, dan menghadapi persaingan ganda dari ludrug disatu pihak dan filem, barat maupun timur.
            Filem Indonesia tidak hanya dibikin di Indonesia tetapi juga di kepulawan Filipina dan Malaya. Kebanyakan berpolakan stambul, dengan bentuk yangt berupa opera ringan yang amat kaku dan biasanya didasarkan atas tema legendaries atau cerita rakyat.

Seni Kontemporer dan Munculnya “Kultur Pemuda”
            Kelompok ini dalam banyak hal merupakan unsur yang palin vital dalam masarakat Indonesia kontemporer. Barangkali mereka merupakan unsur yang paling sulit diramalakan juga. Mereka merupakan harapan dan keputusan Republik ini.

Comments