Skip to main content

Pedoman Wawancara Penelitian pendidikan (Penelitian SEJARAH)



Pedoman Wawancara

Peran Pendidikan Sejarah Terhadap Ketahanan Nasional Masyarakat Daerah Perbatasan

(Studi Kasus Pembelajaran Sejarah di Sekolah Menengah Atas Kecamatan Entikong Kabupaten Sanggau Provinsi Kalimantan Barat)

           

Penilitian ini semata mata hanya untuk keperluan penilitian ilmiah (PKM) dan tidak ada hubungannya dengan kegiatan di luar itu, jawaban dari bapak/ibu akan sangat membantu dalam penilitian ini. Sebelumnya saya mengucapkan terima kasih atas kesediaan bapak/ibu untuk memberikan jawaban-jawaban yang sesungguhnya, karena akan sangat membantu dalam penilitian ini:

Identitas informan

a.       Nama

: ...............................................................................................

b.      Usia

: ...............................................................................................

c.       Jabatan

: ...............................................................................................

d.      Alamat

: ...............................................................................................


Daftar Pertanyaan

1. Apakah anda pernah mendapatkan pelajaran pendidikan sejarah?

2. Sejak kapan anda mendapatkan pelajaran pendidikan sejarah?

3. Menurut anda, pentingkah pendidikan sejarah bagi anda dan masyarakat di daerah perbatasan?

4. Seberapa banyak pengetahuan sejarah yang berkaitan dengan sejarah nasional yang anda ketahui?

5. Sebutkan pengetahuan sejarah nasional yang menarik bagi anda!

6. Apakah anda mengetahui tentang ketahanan nasional?

7. Seberapa besar manfaat pendidikan sejarah terhadap ketahanan nasional anda dan masyarakat perbatasan?

8. Bagaimana model pembelajaran sejarah di sekolah anda?

9. Menurut anda, apakah guru yang mengampu pembelajaran sejarah berkompeten di bidangnya?

10. Apakah keberadaan buku-buku sejarah sudah memadai?

11. Apakah materi pendidikan sejarah yang anda dapatkan sudah cukup bagi anda?

12. Apa daya dukung yang mendukung pembelajaran sejarah di sekolah anda?

13. Apa hambatan yang menghambat pembelajaran sejarah di sekolah anda?

Comments

Popular posts from this blog

LAPORAN ILMIAH PROSES PEMBUATAN TAPE KETAN DAN TUAK

Kata Pengantar Puji syukur kami ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat dan hidayah kepada hamba-Nya, khususnya bagi penulis yang telah mampu menyelesaikan laporan ilmiah yang berjudul ‘’ cara membuat Tape Ketan dan Tuak ’’. Dalam menulis laporan ilmiah ini, alhamdulillah penulis tidak mendapatkan kendala – kendala, sehingga penyelesaiannya dapat dikerjakan dengan baik. Selain itu kami juga mengucapkan terima kasih kepada Sabaruddin Ahmad S.Pd, selaku guru pembimbing yang telah memberikan dorongan dan motivasi sehingga laporan ilmiah ini dapat terselesaikan. Disini kami juga menyampaikan, jika seandainya dalam penulisan laporan ilmiah ini terdapat hal – hal yang tidak sesuai dengan harapan, untuk itu kami dengan senang hati menerima masukan, kritikan dan saran dari pembaca yang sifatnya membangun demi kesempurnaan laporan ilmiah ini. Semoga apa yang diharapkan kami, selaku penulis dapat dicapai dengan sempurna. Singkawang, 14 febuari 2013 Penulis ...

RESUM BUKU PENGANTAR ILMU SEJARAH KARYA DR. KUNTOWIJOYO

Judul : Pengantar Ilmu Sejarah Penulis : DR. Kuntowijoyo Penerbit : Yayasan Bentang Budaya Tahun penerbit : 1995 Kota terbit : Yogyakarta Desain Sampul : Hard Cover yang hanya bertuliskan judul buku. Tata letak : Center Pracetak : Heppy L. Rais, Dwi Agus M. Warna cover : Cokelat Tebal buku : vii + 209 halaman Definisi sejarah Sejarah biasa diartikan sebagai sesuatu atau peristiwa yang telah terjadi dimasa lalu. Namun sebenarnya, sejarah adalah rekonstrkusi masa lalu. Jangan mendeskripsikan sebagai pembangunan kembali masa lalu untuk kepentingan masa lalu itu sendiri, itu bukan dinamakan sejarah.

Citra tentang Masyarakat Jawa sejak Abad ke 18 hingga abad ke 20

Sebagaimana halnya masyarakat Melayu dan Filipina, pandangan mengenai masyarakat Jawa yang malas menjadi semakin kuat dan meluas sejak kekuasaan colonial Belanda atas pulau tersebut berkembang. Menjelang abad ke-19 khususnya setelah diterapkan system tanah paksa oleh Van Den Bosch, gagasan tentang masyarakat Jawa yang malas tampil dengan lebih mencolok dalam perdebatan antara golongan liberal dengan konservatif. Citra tentang masyarakat jawa yang malas tetap hidup sesudah itu dalam pikiran para penulis lain. Maka pada thun 1904, sejarawan ekonomi Clive Day, yang mengomentari situasi pada akhir abad ke 19, memberikan kesan sebagai berikut : “ Golongan pribumi yang tidak memiliki tanah maupun perdagangan yang mendukung mereka, dan yang menyewakannya kepada pihak-pihak lain tidak banyak jumlahnya, dan diserap kedalam organisasi desa setempat yang banyak sekali. Tingkat hidup-hidup rata-rata petani kelihatan rendah sekali jika diukur menurut standard barat.