Annales sejak lahirnya Perang Dunia II sudah memiliki basis institusional yang jelas. Selain dari perubahan-perubahan fundamental selama itu, terdapat kesinambungan dalam bahasa yang mereka gunakan dan konsep-konsep yang mereka pergunakan dalam karya awal pendiri-pendirinya, Lucien Febvre dan Marc Bloch. Diskusi mengenai metoda, yang mulai tahun 1900, terdapat dalam Jurnal Henri Berr, Revue dan Synthese Historique yang menandai tradisi atau peralihan ke jenis baru ilmu sejarah. Seorang sejarawan terkemuka dari Prancis, Denys Lombard pada tingkat yang paling ideal pendekatan ia ingin menjadikan ilmu sejarah, seperti kata Brudel dengan bangga, “sebuah pasar bersama dari ilmu-ilmu kemanusian”. Hasrat seperti inilah sesungguhnya yang menjadi tekad Lucien Febvre dan Marc Bloch ketika mereka menerbitkan majalah Annales (1929), yang kemudian dipakai sebagai nama ‘mahzab’ penulisan sejarah yang mereka pelopori. Dengan majalah Annales, mereka ingin membongkar dinding-dinding yang membatasi...
Media Informasi Sejarah Indonesia dan Dunia, Artikel Sejarah, Review Buku, Makalah, dll.